;

MACAM-MACAM FREON AC | SERVICE AC SURABAYA

 SELAMAT DATANG DI SURABAYA JAYA TEHNIK


Freon atau refrigerant banyak dipergunakan sebagai cairan pendingin pada AC (Air Conditioner) atau pendingin udara. Namun taukah anda bahwa freon adalah salah satu bahan kimia yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon??
Badan pengawas lingkungan america atau EPA menyebutkan bahwa mulai tanggal 1 Januari 2020, produksi freon secara resmi dilarang. Artinya AC yang masih menggunakan cairan pendingin freon tidak akan dapat dilakukan pengisian ulang apa bila dibutuhkan.


Menyinggung masalah Refrigerant, Refrigerant merupakan fluida yang digunakan untuk mendinginkan lingkungan bersuhu rendah dan membuang panas ke lingkungan bersuhu tinggi. Salah satu refrigerant paling terkenal saat ini adalah CFC alias Freon  ( R-11, R-12, R-21, R-22, R-502 ).
Berikut merupakan jenis dari refrigerant:

CFC ( Chloro-Fluoro-Carbon ) 
alias R-22 memegang peranan penting dalam sistem refrigerasi, sejak ditemukan pada tahun 1930. Hal ini dikarenakan CFC memiliki properti fisika dan termal yang baik sebagai refrigerant, stabil, tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan kompatibel terhadap sebagian besar bahan komponen dalam sistem refrigerasi. Akan tetapi setelah masyarakat mengetahui hipotesa bahwa CFC termasuk Ozone Depleting Substance (ODS), yaitu zat yang dapat menyebabkan kerusakan ozon, masyarakat mulai melakukan penghentian pemakaian ODS dan dituangkan ke beberapa konvensi, seperti Vienna Convention pada bulan maret 1985, Montreal protocol pada bulan september 1987, dan beberapa amandemen lainnya. Pemerintah indonesia telah meratifikasinya melalui Keppres RI no.23 tahun 1992.

R-134 A  
sebagai salah satu alternatif memiliki beberapa properti yang baik, tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan relatif stabil. R-134 A juga memiliki kelemahan diantaranya, tidak dapat digunakan sebagai pengganti R-12 secara langsung tanpa menggunakan melakukan modifikasi sistem refrigerasi (droup in subtitute), relatif mahal, dan masih memiliki potensi sebagai zat yang dapat menyebabkan efek pemanasan global karena memiliki Global Warming Potential (GWP) yang signifikan. Selain itu R-134 A sangat bergantung pada pelumas sintetik yang sering menyebabkan masalah dengan sifatnya yang higroskopis.
Hidrokarbon
Alternatif lain yang ditawarkan adalah refrigerant hidrokarbon. Sebenarnya hidrokarbon sebagai refrigerant sudah dikenal masyarakat sejak tahun 1920 diawal teknologi refrigerasi bersama fluida kerja natural lainnya seperti ammonia dan karbon dioksida.
Hidrokarbon yang sering dipakai sebagai refrigerant adalah propana (R-290), isobutana (R-600 A), n-butana (R-600). Campuran yang sering dipergunakan diantaranya R-290/600 A, R-290/600, dan R-290/R-600A/R-600.

Hidrokarbon memiliki beberapa kelebihan seperti ramah lingkungan, yang ditunjukkan dengan nilai Ozon Depleting Potential (ODP) nol, dan GWP yang dapat diabaikan, properti termofisika dan karakteristik pemindahan kalor yang baik, kerapatan fasa uap yang rendah dan kelarutan yang baik dengan pelumas mineral.

Pemakaian hidrokarbon dengan isu hemat energi dan ramah lingkungan masih belum bisa diterima secara luas seperti pemakaian freon sebagai refrigerant. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat akan sifat hidrokarbon yang bisa terbakar. Sifat ini sebenarnya tidak membahayakan jika digunakan sesuai prosedur yang benar.
Untuk memahami bekerja dengan prosedur yang benar mau tidak mau diperlukan pengetahuan tentang karakteristik hidrokarbon. Seperti papatah mengatakan "Tak kenal maka tak sayang". Kita tidak akan mau menggunakan hidrokarbon jika tidak mengenalnya.

REFRIGERAN DAN ASPEK LINGKUNGAN
Refrigerant kelompok halokarbon merupakan refrigerant sintetik karena tidak terdapat dialam secara langsung. Refrigerant ini memiliki satu atau lebih atom dari golongan halogen, khlorin dan bromin. Meskipun dari segi tehnik refrigerant ini mempunyai sifat yang baik, seperti kestabilan yang tinggi, tidak mudah terbakar dan tidak beracun, refrigerant ini termasuk ODS. jika gas CFC yang memiliki 2 atom khlorin terlepas ke udara dan terkena sinar ultraviolet akan terurai. Atom khlorin (CI) akan terlepas dan bereaksi dengan ozon (O3) mengambil 1 atom oksigen dari ozon untuk membentuk khlorin monoksida dan oksigen. Khlorin monoksida akan bereaksi dengan atom oksigen lainnya membentuk molekul oksigen dan atom khlorin membentuk oksigen.
Atom khlorin hanya bereaksi sebagai katalis dalam reaksi. oleh karena itu 1 atom khlorin mampu terus menerus mengubah ozon menjadi oksigen melalui ribuan reaksi sejenis.

Dengan menipisnya lapisan ozon, lapisan pelindung yang terletak pada ketinggian sekitar 15-50 km diatas permukaan bumi, radiasi ultraviolet dari matahari akan langsung sampai ke bumi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan gangguan keseimbangan ekosistem.

KARAKTERISTIK TERMOFISIKA HIDROKARBON
Pemilihan hidrokarbon sebagai refrigerant alternatif ramah lingkungan pengganti CFC dan HCFC harus memperhatikan beberapa hal diantaranya titik didih pada tekanan normal, kapasitas volumetrik dan efesiensi energi. Titik didih harus diperhatikan untuk menjamin apakah tekanan operasi sama dengan CFC untuk menghindari keperluan penggantian peralatan tekanan tinggi seperti kompresor.

Salah satu refrigerant yang digunakan sebagai contoh dalam masalah ini adalah MUSICOOL, yang diproduksi oleh pertamina Unit pengolahan III plaju. sifat fisika refrigerant hidrokarbon MUSICOOL berdasarkan pengujian laboratorium pertamina ditampilkan pada tabel 2, yang menunjukan bahwa hidrokarbon MUSICOOL (MC) mampu menggantikan refrigerant sintetik (CFC, HCFC, HFC) secara langsung tanpa penggantian komponen sistem refrigerasi. MC-12 menggantikan R-12, MC-22 menggantikan R-22 dan MC-134 menggantikan R-134 A. sifat fisika dan termodinamik hidrokarbon MUSICOOL memberikan kinerja sistem refrigerasi yang lebih baik, keawetan umur kompresor, dan hemat energi. Beberapa parameter perbandingan kinerja MUSICOOL terhadap refrigerant sintetik pada sistem refrigerasi dengan beban 1 TR pada suhu kondensasi 100 oF dan suhu evaporator 40 oF. (*)

SIFAT-SIFAT REFRIGERANT
sifat-sifat refrigerant yang harus dipenuhi untuk kebutuhan mesin pendingin adalah:

  1. Tekanan penguapan harus cukup tinggi. Sebaiknya refrigerant memiliki temperatur pada tekanan yang lebih tinggi, sehingga dapat dihindari kemungkinan terjadinya vakum pada evaporator dan turunnya efesiensi volumetrik karena naiknaya perbandingan kompresi.
  2. Tekanan pengembuna yang tidak terlampau tinggi. Apabila tekanan pengembunannya terlalu rendah, maka perbandingan kompresinya menjadi lebih rendah, mesin dapat bekerja lebih aman karena kemungkinan terjadi kebocoran, kerusakan, ledakan dan sebagainya menjadi lebih kecil.
  3. Kalor laten penguapan harus tinggi. Refrigeran yang mempunyai kalor laten penguapan yang tinggi lebih menguntungkan karena untuk kapasitas refrigerasi yang sama, jumlah refrigerant yang bersirkulasi menjadi lebih kecil.
  4. Volume spesifik ( terutama dalam fasa gas ) yang cukup kecil. Refrigerant dengan kalor laten penguapan yang besar dan volume spesifik gas yang kecil ( berat jenis yang besar ) akan memungkinkan penggunaan kompresor dengan volume langkah torak yang lebih kecil. Dengan demikian untuk kapasitas refrigerasi yang sama ukuran unit refrigerasi yang bersangkutan menjadi lebih kecil. Namun  untuk unitpendingin sentrifugal yang lebih kecil dikehendaki refrigerant dengan volume spesifik yang agak besar. Hal tersebut diperlukan untuk menaikan jumlah gas yang bersirkulasi, sehingga dapat mencegah menurunya efisiensi kompresor sentrifugal.
  5. Koefisien prestasi harus tinggi. dari segi karakteristik thermodinamika dari refrigerant, koefisien prestasi merupakan parameter yang terpenting untuk menentukan biaya operasi.
  6. Konduktivitas termal yang tinggi. Konduktivitas termal sangat penting untuk menentukan karakteristik perpindahan kalor.
  7. Viskositas yang rendah dalam fasa air mau pun fasa gas. Dengan turunnya tekanan aliran refrigerant dalam pipa, kerugian tekananya akan berkurang.
  8. Konstansta dielektrika dari refrigerant yang kecil, tahanan listrik yang besar, serta tidak menyebabkan korosi pada material isolator listrik. Sifat-sifat tersebut di bawah ini sangat penting, terutama untuk refrigerant yang akan digunakan pada kompresor hermetik.
  9. Refrigerant hendaknya stabil dan tidak bereaksi dengan material yang dipakai, jadi juga tidak menyebabkan korosi.
  10. Refrigerant tidak boleh beracun dan berbau merangsang.
  11. Refrigerant tidak boleh mudah terbakar dan mudah meledak.

Demikian sedikit pengetahuan umum mengenai macam-macam freon pada mesin pendingin dan semoga artikel di atas bermanfaat bagi anda. Hendaklah kita menggunakan teknologi dengan bijak dan arif agar tidak merusak bumi ini, jika bukan kita yang menjaga bumi ini lalu siapa lagi ??
Terima kasih atas kunjungan saudara ? salam sukses !!


SURABAYA JAYA TEHNIK



TULISAN BERJALAN INI SILAHKAN DIISI DENGAN PESAN ANDA

NAMA ANDA - 20.43
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI